|  
Pertanyaan dari Rachma Kristanti
Selasa, 08 Oktober 2013 - 13:34:43

20 tahun yg lalu, kakak saya di diagnosa mengidap penyakit hepatitis B. Sekarang keluhannya, sering capek, dada sesak dan di tenggorokan sakit. Mau periksa takut ke dokter. Apakah itu dinamakan kanker hati?? Dan apakah itu menular ke adik-adiknya?? Sebab kakak saya yang satunya, mengidap liver sampai detik ini belum sembuh dan perutnya membesar. Dibawa ke rumah sakit tidak mau karena kami memakai jamkesmas. Jadi kesannya tidak ada penanganan yang berarti dari pihak rumah sakit. Makanya kakak saya malas dibawa ke ruma sakit, kondisi saat ini sangat memprihatinkan. Prediksi hidup tinggal 5% sebab perutnya udah membuncit seperti orang hamil 9 bulan. Tolong dok, tindakan apa yang tepat dan harus kami lakukan?? Jujur saja, ada salah satu dokter mengatakan bahwa penyakit kakak saya tidak akan sembuh, kalau pengen sembuh katanya harus cangkok hati di Singapura dan biayanya sekitar 200 juta. Mana mungkin kami mampu?? Orang kakak saya hanya seorang pesuruh di SD (bersih-bersih sekolah. Jadi faktor itulah yang membuat kakak saya malas ke rumah sakit. Tolong sarannya dok, Terima kasih..

Dokter Menjawab :
Kepada Yth.
Ibu Rachma

Dari penjelasan Anda, berarti di keluarga Anda kemungkinan kena hepatitis B. Hepatitis B ditularkan karena kontak dengan darah atau hubungan sex. Hepatitis B juga bisa ditularkan melalui ibu yang terkena hepatitis B melahirkan anaknya dan anak tersebut tidak dilakukan vaksinasi aktif untuk hepatitis B nya.

Menurut kejadiannya, seseorang yang kena hepatitis B 80% akan sembuh sempurna. Hanya 20% yang akan menjadi hepatitis B kronis. Dari yang kronis kemungkinan besar dalam 20 tahun akan menjadi sirosis hati. Dan sirosis hati 5% akan menjadi kanker hati. Saya tidak tahu saudara Ibu sekarang di stadium yang mana. Walaupun kalau menurut Ibu perutnya membesar dan dianjurkan cangkok hati, kemungkinan di stadium sirosis hati.

Sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dan lebih baik lagi kalau dari bagian hepatologi. Sebagai pertolongan pertama bisa tetap minum Temulawak atau Curmino Plus karena ada penelitian kalau curcumin yang terdapat dalam temulawak bisa untuk mengobati sirosis hati pada stadium awal.

Salam hormat,

Dr. Arijanto Jonosewojo, SpPD FINASIM

Pertanyaan dari nuraini
Kamis, 03 Oktober 2013 - 18:29:27

Dok.bulan juni 2013 sayamelahirkan dn terinfeksi hbsag positif dengan sgot 23 dan sgpt 14,,,bayi saya tidak terkena dan di vaksin hyperheb inj...,apakah saya bisa menyusui dok?dn obat apa yang dianjurkan agar saya dapat sembuh total dok? Mohon jawaban ny dok terima kasih

Dokter Menjawab :
Kepada Yth.
Ibu Nuraini

Sebenarnya harus dipastikan dulu Ibu terkena hepatitis B sudah lama atau belum. Karena hepatitis B didiagnosis bila HbsAg tetap dan lebih dari 6 bulan. Hepatitis B menularnya lewat kontak darah atau hubungan sex.

Walaupun anak sudah divaksinasi, bila Ibu ingin menyusui bayinya sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter spesialis anak terlebih dahulu. Untuk Ibu, bila SGPT dan SGOT normal tidak perlu pengobatan. Tetapi apabila SGPT dan SGOT sering naik, sebaiknya pengobatan dengan interferon.

Untuk menjaga SGPT dan SGOT tetap normal bisa dengan Curmino dari ekstrak temulawak yang memang bermanfaat menjaga kesehatan liver. Dapat minum sehari 1 sampai 3 kapsul tergantung kebutuhan.

Salam hormat,

Dr. Arijanto Jonosewojo, SpPD FINASIM

Pertanyaan dari Evan
Sabtu, 21 September 2013 - 20:41:50

dok,saya pernah cek darah kadar SGOT - SGPT melebihi batas normal disertai ada rasa nyeri di hulu hati apa itu ada gangguan di liver saya.

Dokter Menjawab :
Kepada Yth.
Bp/Sdr Evan

Bila SGOT dan SGPT naik di atas harga normal berarti ada gangguan fungsi hati. Harus dicari dulu penyebabnya, bisa infeksi atau non infeksi. Sambil mencari penyebabnya juga dapat diimbangi dengan minum Curmino Plus untuk memperbaiki fungsi hatinya.

Salam hormat,

Dr. Arijanto Jonosewojo, SpPD FINASIM

Pertanyaan dari adi
Kamis, 18 Juli 2013 - 12:49:53

selamat siang dok. saya positif hepatitis b dengan hasil lab: hbsag :reaktif antihbs :Non reaktif hbe Ag :Non Reaktif Anti hbe:Reaktif SGOT :113 SGPT :45 Gamma GT :26 Fosfatase Alkali :60 Billrubin Total :1.03 Billrubin direk :0.31 Billrubin Indirek :0.72 Apakah kondisi saya cukup gawat? apakah masih ada kemungkinan masih bisa diobati?

Dokter Menjawab :
Kepada Yth.
Bp/Sdr Adi

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Anda sudah terkena hepatitis B kronis. Satu-satunya pengobatan untuk mematikan virusnya yakni dengan interferon injeksi. Yang penting juga tetap menjaga kadar SGPT dan SGOT tetap normal. Bisa dengan minum obat atau herbal yang berfungsi sebagai hepatoprotektor, seperti temulawak atau Curmino Plus. Juga cek fungsi hati setiap 3 bulan. Selama kadar SGPT dan SGOTnya masih tetap normal, tidak masalah.

Salam hormat,

Dr. Arijanto Jonosewojo, SpPD FINASIM

Pertanyaan dari iza
Senin, 08 Juli 2013 - 18:50:49

Malam dok, Saya hendak tanya ttg sgot dan sgpt. Riwayat kesehatan thn 2010 sgot 92 sgpt 103,cek hepatitis negatif,namum waktu itu saya minta suntik vaksin hepatitis.berat 55 tinggi 160 Kemarin tgl 1/7/13 saya agak mual lg cek darah sgot 42 (standar 35), sgpt 63 (standar 45 ) saya diberi obat lesichol, di rumah makan bubur,sayur bayem,minum temulawak dan madu. Yang ingin saya tanyakan apakah sgot sgpt bisa turun dlm 3 hari ke normal mengingat tgl 5/7/13 saya ada medical chek up,dan apakah kandungan obat masih ada d urine meskipun saya puasa dr jm 10 mlm. Trima kasih kiranya dokter berkenan menjawab.

Dokter Menjawab :
Kepada Yth.
Bp/Ibu Iza

Kenaikan kadar SGOT dan SGPT dapat terjadi sewaktu-waktu dan pemeriksaan di satu lab dengan lab yang lain dapat berbeda. Saya tidak jelas pada waktu itu jenis hepatitisnya apa karena hepatitis bisa infeksi dan non-infeksi. Vaksinasi hanya ada untuk hepatitis A dan hepatitis B. Saya anjurkan ulangan pemeriksaan marker hepatitis A dan hepatitis B dengan memeriksa HbsAg, Anti Hbs dan Anti HAV.

Salam hormat,

Dr. Arijanto Jonosewojo, SpPD FINASIM


Visit our page on Facebook
Follow us on Twitter
See our video